PENGUATAN SERVICE EXCELLENCE DAN MINDSET POSITIF BAGI PEGAWAI GENERASI Z DI KEDAI V291 COFFEE BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.53580/dimastek.v6i2.114Keywords:
Pelayanan Prima, Positive Mindset, Generasi Z, Experiential Learning, Participatory CoachingAbstract
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat kompetensi pelayanan prima (service excellence) dan membangun positive mindset pada pegawai Generasi Z di Kedai V291 Coffee Bandung. Kegiatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan mitra terhadap penguatan kualitas pelayanan, komunikasi dengan pelanggan, pengelolaan emosi, kerja sama tim, serta sikap kerja yang mendukung terciptanya pengalaman pelanggan yang positif. Kegiatan melibatkan sepuluh pegawai aktif, dengan sembilan peserta termasuk Generasi Z, dan dilaksanakan selama tiga jam menggunakan pendekatan experiential learning dan participatory coaching. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, penyampaian materi service excellence dan positive mindset, pengenalan enam pilar pelayanan yaitu attitude, attention, action, empathy, reliability, dan responsibility, simulasi pelayanan (role play), diskusi dan umpan balik, serta refleksi dan coaching ringan. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi langsung dan refleksi tertulis peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep pelayanan prima dan perubahan positif dalam sikap kerja. Peserta mulai menunjukkan komunikasi yang lebih empatik, sikap lebih proaktif dalam memberikan solusi kepada pelanggan, peningkatan kerja sama tim, serta pengelolaan emosi yang lebih baik dalam menghadapi situasi kerja. Refleksi peserta juga menunjukkan perubahan cara pandang terhadap pekerjaan, dari sekadar rutinitas menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan diri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan singkat yang dilaksanakan secara partisipatif dan berbasis pengalaman dapat menjadi pendekatan praktis untuk memperkuat kesadaran profesional dan budaya pelayanan pada usaha kedai kopi. Pendekatan tersebut juga memberikan ruang bagi peserta untuk menghubungkan materi dengan pengalaman kerja sehari-hari, sehingga proses pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi diarahkan pada penerapan perilaku pelayanan dalam konteks operasional mitra.

