PROGRAM PENANGANAN SAMPAH KELURAHAN PASIRLUYU KOTA BANDUNG: KOLABORASI ANTARA LLDIKTI WILAYAH IV DAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG

Authors

  • Renny Sunarny Universitas Teknologi Bandung
  • Agnes Alzena Syafitri Universitas Teknologi Bandung
  • Machdi Sukmono

DOI:

https://doi.org/10.53580/dimastek.v5i01.65

Keywords:

Pengelolaan Sampah, Sosialisasi Masyarakat, Pemilahan sampah, Rumah Maggot, Pemberdayaan Lingkungan

Abstract

Sampah merupakan permasalahan lingkungan serius yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 175.000 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya, namun sistem pengelolaan yang belum optimal menyebabkan pencemaran lingkungan dan penyumbatan saluran air. Untuk menjawab tantangan tersebut, LLDIKTI Wilayah IV bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung menginisiasi program pengelolaan sampah terpadu di Kelurahan Pasirluyu. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah dan menciptakan sistem pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan program melibatkan tiga pendekatan utama dalam sosialisasi, yaitu grouping(pengelompokan warga berdasarkan karakteristik), sampling (pemilihan rumah tangga perwakilan), dan door to door(kunjungan langsung ke rumah warga). Sosialisasi dilakukan oleh dosen dan mahasiswa melalui media edukatif seperti pamflet dan kantong sampah berwarna. Materi yang disampaikan mencakup klasifikasi sampah organik, anorganik, dan residu, serta praktik pemusatan dan pemanfaatan sampah melalui sarana seperti rumah maggot. Evaluasi dilakukan dengan observasi lapangan, penempelan stiker sebagai bukti sosialisasi, serta pelaksanaan workshop pemanfaatan sampah anorganik. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran warga terhadap pemilahan dan pengelolaan sampah. Hal ini ditandai dengan munculnya plasma Rumah Maggot di RW 03 dan RW 04 sebagai bentuk inisiatif masyarakat dalam mengolah sampah organik. Kendala utama yang dihadapi adalah belum optimalnya sistem pemusatan dan jadwal pengangkutan sampah, yang berpotensi menghambat efektivitas jangka panjang program. Secara keseluruhan, program pengelolaan sampah terpadu ini berhasil membentuk kolaborasi yang baik antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Diperlukan upaya lanjutan seperti pembentukan komunitas berkebun, pemberian insentif kepada petugas kebersihan, dan pengembangan sistem edukasi berkelanjutan agar program ini dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Downloads

Published

2025-03-31

Issue

Section

DIMASTEK : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Teknologi