REVOLUSI HIJAU : IMPLEMENTASI MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK UNTUK LINGKUNGAN YANG BERKELANJUTAN
DOI:
https://doi.org/10.53580/dimastek.v6i1.76Keywords:
Sampah Organik, Mesin Pencacah, Pengabdian Masyarakat, Pengelolaan Lingkungan, Daur UlangAbstract
Masalah pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah khususnya kota Bandung Jawa Barat, salah satunya yang berada di Kelurahan Pungkur, Kota Bandung. Sampah organik yang mencakup sisa makanan, bahan biodegradable yang tentunya merupakan bahan yang mudah terurai secara alami serta bahan lainnya yang menyumbang lebih dari 50% dari total sampah harian yang diproduksi oleh masyarakat. Sayangnya, keterbatasan alat dan pengetahuan membuat pemanfaatan sampah organik belum optimal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bagaimana caranya mengelola sampah organik yang benar dan bermanfaat, memperkenalkan mesin pencacah serta melatih penggunaan dari mesin pencacah sampah organik sebagai solusi praktis dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan yaitu perancangan dan pembuatan mesin, sosialisasi terutama bagaimana cara penggunaannya, dan evaluasi yang menjelaskan kekurangan dan kelebihan dari mesin tersebut. Tim dosen dan mahasiswa merancang serta menyerahkan mesin pencacah bernama "MESRA" (Mesin Pencacah Sampah Ramah Lingkungan) kepada masyarakat Kelurahan Pungkur. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari perangkat kelurahan, RT/RW, hingga petugas kebersihan setempat. Mesin ini dinilai sangat membantu dalam proses pengolahan sampah dan diharapkan dapat mendorong pembentukan unit pengolahan berbasis Masyarakat sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan teknologi sederhana dapat berdampak signifikan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, terutama dalam hal pengelolaan sampah yang sangat menjadi masalah di perkotaan saat ini.

