PELATIHAN PERANCANGAN PRODUK KERAJINAN BERBAHAN BAMBU DENGAN PENDEKATAN DESAIN BERKELANJUTAN KARANG TARUNA DESA MEKARWANGI
DOI:
https://doi.org/10.53580/dimastek.v6i1.93Keywords:
Bambu, Karang Taruna, Kerajinan, Pelatihan, PerancanganAbstract
Desa Mekarwangi yang lokasinya terletak di Kecamatan Lembang, Kab. Bandung Barat, adalah salah satu desa dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, termasuk tanaman bambu yang banyak tumbuh di sekitar wilayah desa. Namun, potensi yang besar tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik oleh para penduduk desa. Di sisi lain, Karang Taruna yang berperan sebagai wadah pemuda desa memiliki peran penting dalam mendukung pemberdayaan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Saat ini , ketrampilan pemuda dalam memanfaatkan dan memberdayakan sumber daya lokal masih terbatas sehingga belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan ekonomi desa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Karang Taruna Desa Mekarwangi melalui Pelatihan Perancangan Produk Kerajinan Berbahan Bambu Dengan Pendekatan Desain Berkelanjutan. Bambu dipilih karena mudah diperoleh, ramah lingkungan, serta memiliki potensi ekonomi tinggi jika diolah menjadi produk bernilai tambah. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan desain berkelanjutan, pelatihan teknis pengolahan bambu, workshop desain produk. Kegiatan diawali dengan penjelasan konsep mengenai desain berkelanjutan, terutama terkait material bambu yang merupakan salah satu material ramah lingkungan. Setelah sesi penyuluhan, pelatihan dilanjutkan dengan praktik langsung pengolahan material bambu. Pengolahan bambu yang dilakukan alah membuat anyaman sederhana. Melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan teknis, dan workshop desain produk, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep desain berkelanjutan serta keterampilan dasar pengolahan bambu, mulai dari pemilihan material, teknik anyaman sederhana, hingga proses finishing produk kerajinan. Selain meningkatkan kapasitas teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran peserta akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan serta membuka peluang pengembangan produk kerajinan bambu bernilai ekonomi.

