KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT : PENINGKATAN BRAND AWARENESS MELALUI KOMUNIKASI DAN MEDIA SOSIAL BERBASIS BUDAYA SUNDA DI KECAMATAN REGOL

Authors

  • Agnes Alzena Syafitri Universitas Teknologi Bandung
  • Renny Sunarny Universitas Teknologi Bandung
  • Eri Febriani Politeknik Pajajaran Bandung
  • Yuki Hidayat Kusdinar Universitas Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.53580/dimastek.v6i1.95

Keywords:

UMKM Ritel, Brand Awareness, Komunikasi Pemasaran, Media Sosial, Budaya Sunda

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ritel memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan pemerataan pendapatan masyarakat. Keberadaan UMKM ritel juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal serta mendorong pertumbuhan kewirausahaan berbasis komunitas. Namun demikian, masih banyak UMKM ritel yang menghadapi tantangan dalam membangun brand awareness serta memanfaatkan media sosial secara optimal sebagai sarana komunikasi pemasaran. Tantangan tersebut semakin kompleks seiring dengan meningkatnya persaingan usaha dan perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada platform digital. Rendahnya literasi komunikasi digital menyebabkan pesan promosi yang disampaikan belum konsisten dan belum mampu membangun identitas merek yang kuat di benak konsumen. Kondisi ini berdampak pada rendahnya daya saing UMKM ritel dibandingkan dengan pelaku usaha yang telah menerapkan strategi branding dan komunikasi pemasaran berbasis teknologi secara terencana. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM ritel di Kecamatan Regol, Kota Bandung, dalam membangun brand awareness melalui strategi komunikasi dan pemanfaatan media sosial yang terintegrasi dengan nilai budaya Sunda. Pendekatan berbasis budaya lokal dipilih karena dinilai relevan dengan karakteristik sosial masyarakat setempat serta mampu menciptakan kedekatan emosional antara pelaku usaha dan konsumen. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui pelatihan, simulasi, diskusi interaktif, serta pendampingan lapangan. Materi yang diberikan mencakup pemahaman konsep branding, penyusunan pesan komunikasi pemasaran, serta praktik pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, perubahan sikap, dan kesiapan peserta dalam menerapkan strategi branding dan komunikasi pemasaran digital. Peserta juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyusun konten promosi yang konsisten dan selaras dengan identitas usaha. Integrasi nilai budaya Sunda terbukti mampu memperkuat identitas usaha dan menciptakan diferensiasi yang relevan dengan karakter masyarakat lokal. Selain meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, kegiatan ini juga mendorong kesadaran akan pentingnya inovasi komunikasi pemasaran berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis budaya lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Downloads

Published

2026-03-02

Issue

Section

DIMASTEK : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Teknologi