DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi)
http://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb
<p>Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi</p>Universitas Teknologi Bandungen-USDIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi)2775-491XPENINGKATAN KAPASITAS PENGELOLAAN USAHA MIKRO RITEL MELALUI EDUKASI MANAJEMEN KEUANGAN SEDERHANA DI KELURAHAN PASIRLUYU
http://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb/article/view/74
<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi manajemen keuangan dan keterampilan pemasaran digital bagi pelaku UMKM ritel di Kelurahan Pasirluyu, Kota Bandung. Kegiatan dilatarbelakangi oleh rendahnya pencatatan keuangan dan minimnya pemanfaatan teknologi digital seperti WhatsApp Business dalam operasional usaha mikro. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan partisipatif dengan pendekatan edukatif-praktis yang menggabungkan sesi teori, simulasi, dan pendampingan teknis. Materi pelatihan mencakup pencatatan arus kas harian, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, perhitungan laba-rugi sederhana, serta penggunaan fitur katalog dan promosi produk di WhatsApp Business. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep dasar manajemen keuangan dan pemasaran digital. Seluruh peserta mengaku mampu menyusun catatan kas sederhana dan 89% berhasil mengaktifkan serta mengoptimalkan akun WhatsApp Business untuk usahanya. Pendampingan lapangan menunjukkan bahwa peserta mulai menerapkan pencatatan harian dan memperbarui katalog digital secara mandiri. Respon peserta sangat positif, mereka menilai pelatihan mudah dipahami, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan mereka. Program ini juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam proses pemberdayaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan singkat yang disesuaikan dengan kondisi lokal mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam aspek keuangan dan digitalisasi usaha. Kegiatan ini berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain guna memperluas dampak pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.</p>Renny SunarnyAgnes Alzena SyafitriYuki Hidayat Kusdinar
Copyright (c) 2026 DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi)
2026-03-022026-03-02611910.53580/dimastek.v6i1.74PEMANFAATAN SAMPAH KERING MENJADI PUPUK KOMPOS UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN
http://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb/article/view/92
<p>Pengelolaan sampah di Indonesia hingga saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, di mana sebagian besar sampah yang dihasilkan berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) sehingga menyebabkan beban TPA semakin berat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sampah plastik di Indonesia telah mencapai sekitar 66 juta ton per tahun. Tingginya timbulan sampah tersebut belum diimbangi dengan kemampuan pengelolaan yang memadai, baik dari aspek operasional maupun teknis, sehingga menjadi salah satu kendala utama dalam sistem pengelolaan sampah nasional. Selain itu, keterbatasan kapasitas lahan TPA yang semakin menyempit menuntut adanya metode pengelolaan sampah yang lebih terpadu dan berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, terutama dengan upaya pengurangan sampah langsung dari sumbernya. Dari perspektif kesehatan lingkungan, sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan bagi masyarakat. Timbunan sampah berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan penyebaran penyakit. Selain itu, pencemaran sampah terhadap sumber air dapat mengakibatkan kontaminasi air dan meningkatkan risiko penularan penyakit melalui konsumsi air yang tercemar. Oleh karena itu, diperlukan upaya konkret dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai solusi terhadap permasalahan lingkungan dan kesehatan. Sebagai bentuk tanggapan terhadap permasalahan tersebut, diselenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pemanfaatan Sampah Kering Menjadi Pupuk Kompos untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di RW 10, Kelurahan Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah melalui pelatihan pembuatan kompos yang dapat diterapkan secara langsung. Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk tanaman rumah tangga maupun kegiatan pertanian sehingga membantu meningkatkan hasil panen. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mendukung pertanian berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.</p>Teguh ApriantoAngling Sugiatna
Copyright (c) 2026 DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi)
2026-03-022026-03-0261101610.53580/dimastek.v6i1.92KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT : PENINGKATAN BRAND AWARENESS MELALUI KOMUNIKASI DAN MEDIA SOSIAL BERBASIS BUDAYA SUNDA DI KECAMATAN REGOL
http://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb/article/view/95
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ritel memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan pemerataan pendapatan masyarakat. Keberadaan UMKM ritel juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal serta mendorong pertumbuhan kewirausahaan berbasis komunitas. Namun demikian, masih banyak UMKM ritel yang menghadapi tantangan dalam membangun <em>brand awareness</em> serta memanfaatkan media sosial secara optimal sebagai sarana komunikasi pemasaran. Tantangan tersebut semakin kompleks seiring dengan meningkatnya persaingan usaha dan perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada platform digital. Rendahnya literasi komunikasi digital menyebabkan pesan promosi yang disampaikan belum konsisten dan belum mampu membangun identitas merek yang kuat di benak konsumen. Kondisi ini berdampak pada rendahnya daya saing UMKM ritel dibandingkan dengan pelaku usaha yang telah menerapkan strategi <em>branding</em> dan komunikasi pemasaran berbasis teknologi secara terencana. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM ritel di Kecamatan Regol, Kota Bandung, dalam membangun <em>brand awareness</em> melalui strategi komunikasi dan pemanfaatan media sosial yang terintegrasi dengan nilai budaya Sunda. Pendekatan berbasis budaya lokal dipilih karena dinilai relevan dengan karakteristik sosial masyarakat setempat serta mampu menciptakan kedekatan emosional antara pelaku usaha dan konsumen. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui pelatihan, simulasi, diskusi interaktif, serta pendampingan lapangan. Materi yang diberikan mencakup pemahaman konsep <em>branding</em>, penyusunan pesan komunikasi pemasaran, serta praktik pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, perubahan sikap, dan kesiapan peserta dalam menerapkan strategi <em>branding</em> dan komunikasi pemasaran digital. Peserta juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyusun konten promosi yang konsisten dan selaras dengan identitas usaha. Integrasi nilai budaya Sunda terbukti mampu memperkuat identitas usaha dan menciptakan diferensiasi yang relevan dengan karakter masyarakat lokal. Selain meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, kegiatan ini juga mendorong kesadaran akan pentingnya inovasi komunikasi pemasaran berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis budaya lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain.</p>Agnes Alzena SyafitriRenny SunarnyEri FebrianiYuki Hidayat Kusdinar
Copyright (c) 2026 DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi)
2026-03-022026-03-0261173110.53580/dimastek.v6i1.95REVOLUSI HIJAU : IMPLEMENTASI MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK UNTUK LINGKUNGAN YANG BERKELANJUTAN
http://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb/article/view/76
<p>Masalah pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah khususnya kota Bandung Jawa Barat, salah satunya yang berada di Kelurahan Pungkur, Kota Bandung. Sampah organik yang mencakup sisa makanan, bahan <em>biodegradable</em> yang tentunya merupakan bahan yang mudah terurai secara alami serta bahan lainnya yang menyumbang lebih dari 50% dari total sampah harian yang diproduksi oleh masyarakat. Sayangnya, keterbatasan alat dan pengetahuan membuat pemanfaatan sampah organik belum optimal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bagaimana caranya mengelola sampah organik yang benar dan bermanfaat, memperkenalkan mesin pencacah serta melatih penggunaan dari mesin pencacah sampah organik sebagai solusi praktis dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan yaitu perancangan dan pembuatan mesin, sosialisasi terutama bagaimana cara penggunaannya, dan evaluasi yang menjelaskan kekurangan dan kelebihan dari mesin tersebut. Tim dosen dan mahasiswa merancang serta menyerahkan mesin pencacah bernama "MESRA" (Mesin Pencacah Sampah Ramah Lingkungan) kepada masyarakat Kelurahan Pungkur. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari perangkat kelurahan, RT/RW, hingga petugas kebersihan setempat. Mesin ini dinilai sangat membantu dalam proses pengolahan sampah dan diharapkan dapat mendorong pembentukan unit pengolahan berbasis Masyarakat sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan teknologi sederhana dapat berdampak signifikan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, terutama dalam hal pengelolaan sampah yang sangat menjadi masalah di perkotaan saat ini.</p>Dewi Mulyasari SumartaRimba Krisnha Sukma DewiAri HadhiwibowoDiyah WijayatiTitania Sari
Copyright (c) 2026 DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi)
2026-03-042026-03-0461323810.53580/dimastek.v6i1.76PELATIHAN PERANCANGAN PRODUK KERAJINAN BERBAHAN BAMBU DENGAN PENDEKATAN DESAIN BERKELANJUTAN KARANG TARUNA DESA MEKARWANGI
http://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb/article/view/93
<p>Desa Mekarwangi yang lokasinya terletak di Kecamatan Lembang, Kab. Bandung Barat, adalah salah satu desa dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, termasuk tanaman bambu yang banyak tumbuh di sekitar wilayah desa. Namun, potensi yang besar tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik oleh para penduduk desa. Di sisi lain, Karang Taruna yang berperan sebagai wadah pemuda desa memiliki peran penting dalam mendukung pemberdayaan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Saat ini , ketrampilan pemuda dalam memanfaatkan dan memberdayakan sumber daya lokal masih terbatas sehingga belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan ekonomi desa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Karang Taruna Desa Mekarwangi melalui Pelatihan Perancangan Produk Kerajinan Berbahan Bambu Dengan Pendekatan Desain Berkelanjutan. Bambu dipilih karena mudah diperoleh, ramah lingkungan, serta memiliki potensi ekonomi tinggi jika diolah menjadi produk bernilai tambah. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan desain berkelanjutan, pelatihan teknis pengolahan bambu, <em>workshop</em> desain produk. Kegiatan diawali dengan penjelasan konsep mengenai desain berkelanjutan, terutama terkait material bambu yang merupakan salah satu material ramah lingkungan. Setelah sesi penyuluhan, pelatihan dilanjutkan dengan praktik langsung pengolahan material bambu. Pengolahan bambu yang dilakukan alah membuat anyaman sederhana. Melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan teknis, dan <em>workshop</em> desain produk, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep desain berkelanjutan serta keterampilan dasar pengolahan bambu, mulai dari pemilihan material, teknik anyaman sederhana, hingga proses<em> finishing </em>produk kerajinan. Selain meningkatkan kapasitas teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran peserta akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan serta membuka peluang pengembangan produk kerajinan bambu bernilai ekonomi.</p>Terbit Setya PambudiOky Setyawan
Copyright (c) 2026 DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi)
2026-03-122026-03-1261394610.53580/dimastek.v6i1.93TRANSFORMASI DIGITAL PROMOSI DESA WISATA EDUKASI CIBIRU WETAN MELALUI PELATIHAN FOTOGRAFI DAN VIDEOGRAFI
http://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb/article/view/106
<p>Desa Wisata Edukasi Cibiru Wetan di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, merupakan transformasi nyata dari kawasan agraris menjadi destinasi wisata edukatif yang berkelanjutan dan inovatif, didukung oleh pemanfaatan teknologi digital dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan ketinggian 500–600 meter di atas permukaan laut, desa ini menawarkan udara sejuk, pemandangan alam yang menarik, serta potensi besar sebagai ruang edukasi alam terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran berbasis lingkungan. Pengembangan desa secara kolektif dikelola oleh masyarakat yang berperan sebagai pemandu, instruktur, dan pengelola ekonomi lokal, sehingga tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan identitas komunitas. Komitmen terhadap tata kelola yang transparan dan inklusif tercermin dari penerapan inovasi digital seperti sistem administrasi Simpel Desa, aplikasi informasi publik Bale Desa, serta penyediaan akses Wi-Fi gratis, yang turut mendukung efisiensi pelayanan dan keterbukaan informasi. Atas dasar keberhasilan tersebut, desa ini meraih sejumlah penghargaan nasional, termasuk Anugerah Keterbukaan Informasi Publik, Desa Aman Pangan, Desa Peduli Pendidikan, dan predikat sangat istimewa dalam Desa Anti Korupsi. Pada tahun 2023, Cibiru Wetan ditetapkan sebagai Desa Digital dan tergabung dalam ASEAN Village Network sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan pembangunan berkelanjutan di tingkat regional. Untuk memperkuat promosi pariwisata, masyarakat diberdayakan melalui pelatihan fotografi, videografi, dan manajemen media sosial, yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksi konten visual sebagai media promosi digital yang efektif. Pelatihan ini mendorong peningkatan signifikan dalam keterampilan masyarakat menggunakan perangkat digital, terbukti dari kualitas konten visual yang lebih profesional, menarik, dan konsisten dalam menyampaikan citra positif desa. Konten-konten tersebut kemudian digunakan untuk memperluas jangkauan promosi melalui platform digital, menarik lebih banyak wisatawan, serta memperkenalkan nilai edukatif dan budaya lokal. Melalui sinergi antara edukasi, digitalisasi, dan partisipasi komunitas, Desa Wisata Edukasi Cibiru Wetan berpotensi menjadi model pengembangan desa wisata berkelanjutan yang inspiratif dan kompetitif di era digital.</p>Yosa FiandraWawan Ahmad RidwanMuhamad SofiyurahmanNugroho IsryantoYofandra Abitama Yusaf
Copyright (c) 2026 DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi)
2026-03-302026-03-3061475410.53580/dimastek.v6i1.106PENGEMBANGAN MEDIA EDUKATIF “SAYANGI BUMI” MELALUI PENDEKATAN DESAIN PARTISIPATIF BERSAMA GERAKAN BINAR BERMAIN BELAJAR
http://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb/article/view/97
<p>Isu lingkungan hidup merupakan tantangan global yang membutuhkan penanaman nilai kepedulian sejak usia dini sebagai bagian dari pembentukan karakter berkelanjutan. Anak usia dini belajar terutama melalui pengalaman bermain, namun media edukatif yang secara khusus mengintegrasikan pesan kepedulian lingkungan ke dalam aktivitas bermain yang kontekstual dan aplikatif masih relatif terbatas. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengembangkan media edukatif bertema “Sayangi Bumi” melalui pendekatan desain partisipatif bersama komunitas Gerakan Binar Bermain Belajar. Kegiatan yang telah dilaksanakan difokuskan pada <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) yang sekaligus berfungsi sebagai uji coba tahap awal terhadap prototipe media edukatif versi 1.0. FGD digunakan sebagai sarana validasi awal konsep desain, mencakup aspek konten pembelajaran, alur narasi, kualitas visual, serta mekanisme interaksi media bagi anak usia dini. Kegiatan FGD melibatkan tim dosen Desain Produk Universitas Telkom dan Binar Bermain Belajar sebagai mitra sekaligus <em>co-creator</em>. Hasil uji coba tahap awal menunjukkan bahwa prototipe 1.0 telah sesuai dengan kebutuhan dasar mitra, namun masih memerlukan pengembangan lanjutan. Masukan utama meliputi penyederhanaan pesan lingkungan, penguatan narasi tematik, peningkatan keterbacaan visual, serta penyesuaian material agar lebih aman dan ramah lingkungan. Seluruh temuan ini menjadi dasar pengembangan tahap berikutnya menuju prototipe yang lebih matang dan siap untuk uji coba lanjutan. Melalui kegiatan ini, media edukatif “Sayangi Bumi” diposisikan sebagai luaran pengabdian berbasis kolaborasi komunitas yang mendukung pendidikan lingkungan sejak dini secara berkelanjutan.</p>Ica RamawisariNurul Fitriana BahriSatria Budiana Tresna
Copyright (c) 2026 DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi)
2026-03-302026-03-3061556210.53580/dimastek.v6i1.97