IMPLEMENTASI MEDIA TEN FRAME MONTESSORI DENGAN KEMASAN INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DASAR ANAK USIA DINI
DOI:
https://doi.org/10.53580/dimastek.v6i2.100Keywords:
Ten Frame, Desain Kemasan, Media Pembelajaran, Anak Usia Dini, Pengabdian MasyarakatAbstract
Pembelajaran matematika dasar pada anak usia dini memerlukan media yang konkret, visual, dan selaras dengan tahap perkembangan kognitif anak agar konsep bilangan dapat dipahami secara bermakna. Salah satu media yang umum digunakan dalam pendekatan Montessori adalah Ten Frame, yang berfungsi membantu anak mengenali kuantitas, pola bilangan, dan operasi dasar melalui representasi visual terstruktur. Namun, dalam praktik pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini, media Ten Frame sering digunakan secara terpisah tanpa dukungan kemasan yang dirancang secara khusus, sehingga aspek kerapian, keberlanjutan penggunaan, serta keterlibatan anak belum terfasilitasi secara optimal. Kondisi ini berpotensi mengurangi efektivitas media sebagai bagian dari sistem pembelajaran yang berulang dan terstruktur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan media Ten Frame Montessori yang dikembangkan bersama kemasan interaktif sebagai satu kesatuan produk pembelajaran matematika dasar anak usia dini di Kuttab Labib Bandung. Pendekatan yang digunakan meliputi observasi kebutuhan mitra, perancangan media dan kemasan berbasis desain produk edukatif, pendampingan penggunaan media dalam aktivitas belajar, serta evaluasi awal bersama guru dan pendamping. Kemasan interaktif tidak diposisikan hanya sebagai wadah penyimpanan, tetapi sebagai elemen desain yang mendukung keteraturan aktivitas, transisi belajar, serta kemandirian anak dalam mengambil, menggunakan, dan merapikan media secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kemasan berperan dalam mendukung pembiasaan keterampilan practical life melalui rutinitas penggunaan dan perapihan media. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model implementasi media pembelajaran Montessori yang aplikatif, kontekstual, dan berkelanjutan dalam mendukung pembelajaran matematika dasar anak usia dini.

