IMPLEMENTASI MEDIA TRACING BOARD LITERASI BERBASIS SEMIOTIKA UNTUK PENGUATAN LITERASI ANAK USIA DINI
DOI:
https://doi.org/10.53580/dimastek.v6i2.103Keywords:
Literasi Awal, Semiotika, Tracing Board, Desain Produk Edukatif, Pengabdian MasyarakatAbstract
Literasi pada anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengenali huruf dan angka, tetapi juga mencakup proses pemaknaan tanda dan simbol yang membentuk kesiapan kognitif dan motorik anak. Namun, praktik pembelajaran literasi di banyak lembaga RA masih didominasi oleh metode hafalan serta aktivitas menulis di atas kertas, yang sering kali tidak selaras dengan tahap perkembangan motorik halus anak. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kelelahan motorik, rendahnya keterlibatan anak, serta keterbatasan pemahaman makna simbol secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran transisi yang mampu menjembatani tahap pra-menulis menuju kemampuan menulis formal secara lebih kontekstual dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan media tracing board literasi dengan pendekatan semiotika sebagai sarana pendukung penguatan literasi dini di RA Kuttab Nurul Ilmi Bandung. Media tracing board dirancang sebagai artefak desain produk edukatif yang memungkinkan anak berinteraksi langsung dengan simbol melalui aktivitas menelusuri bentuk huruf dan angka. Pendekatan semiotika digunakan untuk memastikan bahwa setiap elemen desain media berfungsi sebagai sistem tanda, sehingga relasi antara bentuk visual, bunyi, dan makna dapat dipahami anak secara bertahap melalui pengalaman sensori motor yang berulang dan terstruktur. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi kebutuhan mitra, perancangan dan produksi prototipe media, implementasi terbatas di kelas dengan pendampingan guru, serta evaluasi reflektif melalui diskusi bersama praktisi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa media tracing board dengan pendekatan semiotika mampu meningkatkan keterlibatan anak dalam aktivitas literasi, memperkuat hubungan antara tanda, bunyi, dan makna, serta mendukung kesiapan motorik halus anak menuju tahap menulis formal. Guru menilai bahwa kejelasan struktur media dan keteraturan visual memudahkan integrasi aktivitas literasi ke dalam rutinitas pembelajaran tanpa menambah beban pengelolaan kelas. Kegiatan ini menegaskan bahwa penerapan pendekatan semiotika dalam desain media pembelajaran berpotensi memperkaya pengalaman literasi dini secara kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan.

