KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT : PENINGKATAN PENGELOLAAN BAHAN BAKU DAN KONSISTENSI KUALITAS PRODUK UMKM BAKERY DI KOTA BANDUNG

Authors

  • Agnes Alzena Syafitri Universitas Teknologi Bandung
  • Eri Febriani Politeknik Pajajaran Bandung
  • Melsa Ulfie Wahyudianty Universitas Teknologi Bandung
  • Renny Sunarny Universitas Teknologi Bandung
  • Yuki Hidayat Kusdinar Universitas Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.53580/dimastek.v6i2.113

Keywords:

UMKM Bakery, Bahan Baku, Kualitas Produk, Manajemen Oprasional, Konsistensi

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB). Salah satu sektor UMKM yang berkembang pesat di wilayah perkotaan adalah usaha bakery yang memproduksi berbagai jenis roti, kue, dan produk olahan pangan berbasis tepung. Kota Bandung sebagai salah satu pusat industri kuliner di Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha bakery. Namun demikian, pelaku UMKM bakery masih menghadapi berbagai permasalahan, khususnya dalam pengelolaan bahan baku dan menjaga konsistensi kualitas produk. Permasalahan yang umum terjadi meliputi ketidaktepatan dalam perencanaan kebutuhan bahan baku, terjadinya overstock dan understock, serta belum adanya standar operasional yang konsisten dalam proses produksi. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya produksi, pemborosan bahan baku, serta menurunnya kualitas produk yang dihasilkan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku UMKM bakery dalam mengelola bahan baku secara efektif serta menjaga konsistensi kualitas produk sebagai upaya pengembangan usaha yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, serta penyediaan e-book panduan praktis. Selain itu, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait pengelolaan bahan baku, penerapan metode FIFO, serta pentingnya konsistensi kualitas produk. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran dalam mengelola stok bahan baku secara lebih efisien serta kesiapan dalam menerapkan standar operasional sederhana dalam proses produksi. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap peserta untuk lebih terstruktur dalam menjalankan usaha. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak peningkatan kapasitas pelaku UMKM secara jangka pendek, tetapi juga berpotensi meningkatkan keberlanjutan usaha melalui pengelolaan operasional yang lebih baik. Program ini dapat menjadi model pemberdayaan UMKM bakery yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.

Downloads

Published

2026-09-09

Issue

Section

DIMASTEK : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Teknologi