PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN
DOI:
https://doi.org/10.53580/dimastek.v5i02.68Keywords:
Sampah, Organik, Pengabdian Kepada Masyarakat, Rumah TanggaAbstract
Masalah sampah di Indonesia menjadi masalah sosial, ekonomi, dan budaya. Pengelolaan Lingkungan Hidup, lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Oleh karena itu dalam kesejahteraan manusia, lingkungan memiliki peran yang penting dan harus dijaga serta dilestarikan supaya tidak terjadi kerusakan. Bandung menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah rumah tangga, dengan total timbulan sampah harian di kota ini pada 2024 mencapai sekitar 1.796 ton per hari, dan dari jumlah tersebut sekitar 44,5?%?— yaitu ±?800 ton/hari — merupakan sampah makanan atau food waste. Jumlah ini menunjukkan bahwa sampah organik masih mendominasi komposisi sampah kota dan menjadi perhatian utama dalam pengelolaan lingkungan. Sampah adalah merupakan masalah kompleks dan cukup rumit yang dihadapi oleh negara maju di seluruh dunia, termasuk Indonesia, serta negara berkembang lainnya. Pencemaran air dan tanah, peningkatan emisi gas metana dari dekomposisi sampah organik, serta risiko penularan penyakit melalui vektor seperti nyamuk dan tikus menjadi ancaman yang perlu segera diatasi. Langkah-langkah seperti partisipasi aktif masyarakat dalam pemilahan sampah, peningkatan kapasitas dan teknologi pengelolaan sampah, serta implementasi kebijakan. Dalam mengelola sampah, dibutuhkan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk memilah sampah. Agar dapat memilah sampah dengan baik, perilaku tersebut harus dibentuk sejak dini. Sebagai tanggapan atas permasalahan yang ada, diselenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik ramah lingkungan Poswindu di Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga. Edukasi yang tepat dapat membantu masyarakat memahami dampak jangka panjang dari penumpukan sampah, terutama terhadap kesehatan dan lingkungan. Dengan pengetahuan yang memadai, warga akan lebih termotivasi untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya. Hal ini juga dapat mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih, sehat, dan ramah lingkungan di tingkat rumah tangga.

