PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI GERAKAN PILAH SAMPAH DAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI KELURAHAN PUNGKUR
DOI:
https://doi.org/10.53580/dimastek.v5i02.71Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Pilah Sampah, Sampah Organik, Ember Komunal, KomposterAbstract
Kota Bandung menghadapi tingginya timbulan sampah harian, dengan lebih dari 44% berupa sampah organik dan terbatasnya kapasitas TPA Sarimukti. Kondisi ini menuntut model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat diterapkan langsung di lingkungan permukiman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan warga RW 3 Kelurahan Pungkur dalam memilah dan mengolah sampah organik melalui penerapan metode ember komunal dan drum komposter. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, pelatihan pemilahan sampah, distribusi 10 ember komunal (setiap ember menjangkau ±20 kepala keluarga), serta pengoperasian dua unit drum komposter. Monitoring dilakukan secara mingguan melalui penimbangan sampah organik yang terkumpul dan wawancara singkat untuk melihat perubahan perilaku warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 150–200 kepala keluarga terlibat aktif, dan sebanyak 367 kg sampah organik berhasil dipilah serta diolah menjadi kompos padat dan cair dengan waktu dekomposisi 14–20 hari. Warga memanfaatkan kompos untuk tanaman pekarangan. Tingkat partisipasi masyarakat meningkat, terlihat dari konsistensi pemilahan sampah, pemanfaatan ember komunal, dan terbentuknya kelompok kerja pengelolaan sampah. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi ember komunal dan drum komposter dapat menjadi solusi aplikatif dalam menurunkan volume sampah organik yang dibuang ke TPA sekaligus memperkuat praktik ekonomi sirkular di tingkat lokal. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi pada wilayah perkotaan lain dengan dukungan kelembagaan dan pendampingan berkelanjutan.

