EKSPLORASI DESAIN PRODUK KURSI LIPAT SEBAGAI MEDIA INTERAKSI SOSIAL PADA LINGKUNGAN PERMUKIMAN PADAT

Authors

  • Martiyadi Nurhidayat Telkom University
  • Riky Taufik Afif Telkom University
  • Tiphanny Aurummajeda Universitas Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.53580/dimastek.v6i2.94

Keywords:

Media, Desain Produk, Interaksi Sosial, Eksplorasi, Masyarakat

Abstract

Kantor RW memiliki peran penting sebagai ruang bersama untuk diskusi, musyawarah, dan pengambilan keputusan warga. Namun, pada banyak lingkungan permukiman padat, fasilitas pendukung kegiatan tersebut belum memadai. Kondisi ini juga terjadi di RW 07 Desa Jayamekar, di mana tidak tersedia kursi yang mampu menampung banyak orang secara nyaman. Fasilitas duduk yang ada berupa sofa besar hasil hibah warga justru memakan ruang dan tidak fleksibel, sehingga rapat sering kali dilakukan dengan duduk di lantai atau dalam kondisi berhimpitan. Situasi tersebut berdampak pada rendahnya kenyamanan dan menurunnya partisipasi warga, khususnya kepala rumah tangga dan ibu-ibu PKK, dalam kegiatan RT/RW. Akibatnya, proses diskusi dan perumusan ide untuk pengembangan lingkungan menjadi kurang optimal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merancang solusi fasilitas duduk yang sesuai dengan karakter ruang terbatas sekaligus mendorong interaksi sosial warga. Metode yang digunakan adalah Participatory Design dengan pendekatan sketsa produk, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan perancangan. Proses dimulai dari identifikasi kebutuhan melalui observasi dan diskusi, dilanjutkan dengan eksplorasi ide desain melalui sketsa alternatif, evaluasi bersama, hingga pemilihan desain yang paling sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil pengabdian berupa produk kursi lipat ergonomis yang ringkas, mudah disimpan, dan nyaman digunakan untuk kegiatan rapat dan diskusi di lingkungan permukiman padat. Kursi lipat ini mampu mengakomodasi lebih banyak peserta tanpa mengorbankan ruang, serta meningkatkan kenyamanan duduk selama kegiatan berlangsung. Dari sisi sosial, keberadaan fasilitas duduk yang lebih layak mendorong warga untuk kembali aktif mengikuti rapat, menjamu tamu, dan berkumpul bersama. Aktivitas tersebut membuka ruang lahirnya ide, gagasan, dan pengambilan keputusan secara kolektif, sekaligus memperkuat silaturahmi dan kohesi sosial antarwarga. Dengan demikian, desain produk tidak hanya berfungsi sebagai solusi fisik, tetapi juga sebagai media interaksi sosial yang mendukung keberlanjutan kehidupan bermasyarakat.

Downloads

Published

2026-09-09

Issue

Section

DIMASTEK : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Teknologi