https://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb/issue/feed DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi) 2026-09-09T01:30:37+00:00 Regina Sukma Citra p3m@utb.univ.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi</p> https://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb/article/view/100 IMPLEMENTASI MEDIA TEN FRAME MONTESSORI DENGAN KEMASAN INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DASAR ANAK USIA DINI 2026-01-09T11:38:15+00:00 Sheila Andita Putri chesheila@telkomuniversity.ac.id Nurul Fitriana Bahri nurulfitrianabahri@telkomuniversity.ac.id Ahmad Riyadi Swandhani riyadiswan@telkomuniversity.ac.id <p>Pembelajaran matematika dasar pada anak usia dini memerlukan media yang konkret, visual, dan selaras dengan tahap perkembangan kognitif anak agar konsep bilangan dapat dipahami secara bermakna. Salah satu media yang umum digunakan dalam pendekatan <em>Montessori</em> adalah <em>Ten Frame</em>, yang berfungsi membantu anak mengenali kuantitas, pola bilangan, dan operasi dasar melalui representasi visual terstruktur. Namun, dalam praktik pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini, media <em>Ten Frame</em> sering digunakan secara terpisah tanpa dukungan kemasan yang dirancang secara khusus, sehingga aspek kerapian, keberlanjutan penggunaan, serta keterlibatan anak belum terfasilitasi secara optimal. Kondisi ini berpotensi mengurangi efektivitas media sebagai bagian dari sistem pembelajaran yang berulang dan terstruktur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan media <em>Ten Frame Montessori</em> yang dikembangkan bersama kemasan interaktif sebagai satu kesatuan produk pembelajaran matematika dasar anak usia dini di Kuttab Labib Bandung. Pendekatan yang digunakan meliputi observasi kebutuhan mitra, perancangan media dan kemasan berbasis desain produk edukatif, pendampingan penggunaan media dalam aktivitas belajar, serta evaluasi awal bersama guru dan pendamping. Kemasan interaktif tidak diposisikan hanya sebagai wadah penyimpanan, tetapi sebagai elemen desain yang mendukung keteraturan aktivitas, transisi belajar, serta kemandirian anak dalam mengambil, menggunakan, dan merapikan media secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kemasan berperan dalam mendukung pembiasaan keterampilan <em>practical life</em> melalui rutinitas penggunaan dan perapihan media. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model implementasi media pembelajaran <em>Montessori</em> yang aplikatif, kontekstual, dan berkelanjutan dalam mendukung pembelajaran matematika dasar anak usia dini.</p> 2026-09-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi) https://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb/article/view/103 IMPLEMENTASI MEDIA TRACING BOARD LITERASI BERBASIS SEMIOTIKA UNTUK PENGUATAN LITERASI ANAK USIA DINI 2026-02-09T01:41:21+00:00 Muchlis Muchlis muchlis@telkomuniversity.ac.id Nurul Fitriana Bahri nurulfitrianabahri@telkomuniversity.ac.id Bintang Nugraha bintangnugraha@telkomuniversity.ac.id <p>Literasi pada anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengenali huruf dan angka, tetapi juga mencakup proses pemaknaan tanda dan simbol yang membentuk kesiapan kognitif dan motorik anak. Namun, praktik pembelajaran literasi di banyak lembaga RA masih didominasi oleh metode hafalan serta aktivitas menulis di atas kertas, yang sering kali tidak selaras dengan tahap perkembangan motorik halus anak. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kelelahan motorik, rendahnya keterlibatan anak, serta keterbatasan pemahaman makna simbol secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran transisi yang mampu menjembatani tahap pra-menulis menuju kemampuan menulis formal secara lebih kontekstual dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan media <em>tracing board</em> literasi dengan pendekatan semiotika sebagai sarana pendukung penguatan literasi dini di RA Kuttab Nurul Ilmi Bandung. Media <em>tracing board</em> dirancang sebagai artefak desain produk edukatif yang memungkinkan anak berinteraksi langsung dengan simbol melalui aktivitas menelusuri bentuk huruf dan angka. Pendekatan semiotika digunakan untuk memastikan bahwa setiap elemen desain media berfungsi sebagai sistem tanda, sehingga relasi antara bentuk visual, bunyi, dan makna dapat dipahami anak secara bertahap melalui pengalaman sensori motor yang berulang dan terstruktur. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi kebutuhan mitra, perancangan dan produksi prototipe media, implementasi terbatas di kelas dengan pendampingan guru, serta evaluasi reflektif melalui diskusi bersama praktisi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa media <em>tracing board</em> dengan pendekatan semiotika mampu meningkatkan keterlibatan anak dalam aktivitas literasi, memperkuat hubungan antara tanda, bunyi, dan makna, serta mendukung kesiapan motorik halus anak menuju tahap menulis formal. Guru menilai bahwa kejelasan struktur media dan keteraturan visual memudahkan integrasi aktivitas literasi ke dalam rutinitas pembelajaran tanpa menambah beban pengelolaan kelas. Kegiatan ini menegaskan bahwa penerapan pendekatan semiotika dalam desain media pembelajaran berpotensi memperkaya pengalaman literasi dini secara kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan.</p> 2026-09-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi) https://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb/article/view/104 MEDIA PENGENALAN GRADASI WARNA SEBAGAI PENDEKATAN PLAY-BASED LEARNING PADA ANAK USIA DINI DI RUTABA AL-FATH 2026-01-09T16:23:13+00:00 Nurul Fitriana Bahri nurulfitrianabahri@telkomuniversity.ac.id Edwin Buyung Syarif edwinbuyung@telkomuniversity.ac.id Oky Setiawan okstwn@telkomuniversity.ac.id Siwi Anjar Sari siwianj@telkomuniversity.ac.id <p>Pengenalan warna merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif, visual, dan motorik anak usia dini. Warna berfungsi sebagai stimulus visual awal yang membantu anak mengenali lingkungan, membedakan objek, serta mengembangkan kemampuan persepsi dan berpikir simbolik. Namun, pada lembaga pendidikan nonformal, pembelajaran warna sering kali belum didukung oleh media yang terstruktur dan berbasis pengalaman bermain, sehingga proses belajar cenderung bersifat verbal dan kurang eksploratif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan media pengenalan gradasi warna sebagai pendekatan <em>play-based learning</em> pada anak usia dini di Rumah Tahfidz Balita (Rutaba) Al-Fath, Kabupaten Sumedang. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan mitra, perancangan media pembelajaran berbasis gradasi warna menggunakan material kayu yang aman bagi anak, pelatihan pendamping terkait konsep warna dan strategi pendampingan anak, serta implementasi kegiatan bermain dan seni warna bersama anak usia dini. Aktivitas pembelajaran dirancang dalam bentuk menyusun dan membandingkan gradasi warna, mencampur warna, serta mewarnai di atas kanvas untuk memberikan pengalaman visual dan sensorik yang terintegrasi. Pendekatan <em>play-based learning</em> digunakan untuk memastikan proses belajar berlangsung secara aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media gradasi warna mampu membantu anak mengenali warna dasar sekaligus memahami perbedaan tingkat kecerahan warna melalui pengalaman visual langsung. Aktivitas seni warna juga berkontribusi terhadap peningkatan koordinasi motorik halus, kepekaan visual, serta keterlibatan anak dalam proses pembelajaran. Dari sisi pendamping, pelatihan yang diberikan meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri dalam mengintegrasikan media pembelajaran berbasis warna ke dalam aktivitas belajar sehari-hari. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi media gradasi warna dan pelatihan pendamping efektif sebagai model pembelajaran visual kreatif yang aplikatif dan berkelanjutan bagi anak usia dini di lembaga pendidikan nonformal.</p> 2026-09-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi) https://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb/article/view/94 EKSPLORASI DESAIN PRODUK KURSI LIPAT SEBAGAI MEDIA INTERAKSI SOSIAL PADA LINGKUNGAN PERMUKIMAN PADAT 2026-01-07T07:28:56+00:00 Martiyadi Nurhidayat martiyadi@telkomuniversity.ac.id Riky Taufik Afif hardydil@telkomuniversity.ac.id Tiphanny Aurummajeda tiphannyaurumajeda@gmail.com <p>Kantor RW memiliki peran penting sebagai ruang bersama untuk diskusi, musyawarah, dan pengambilan keputusan warga. Namun, pada banyak lingkungan permukiman padat, fasilitas pendukung kegiatan tersebut belum memadai. Kondisi ini juga terjadi di RW 07 Desa Jayamekar, di mana tidak tersedia kursi yang mampu menampung banyak orang secara nyaman. Fasilitas duduk yang ada berupa sofa besar hasil hibah warga justru memakan ruang dan tidak fleksibel, sehingga rapat sering kali dilakukan dengan duduk di lantai atau dalam kondisi berhimpitan. Situasi tersebut berdampak pada rendahnya kenyamanan dan menurunnya partisipasi warga, khususnya kepala rumah tangga dan ibu-ibu PKK, dalam kegiatan RT/RW. Akibatnya, proses diskusi dan perumusan ide untuk pengembangan lingkungan menjadi kurang optimal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merancang solusi fasilitas duduk yang sesuai dengan karakter ruang terbatas sekaligus mendorong interaksi sosial warga. Metode yang digunakan adalah <strong><em>Participatory Design</em></strong> dengan pendekatan <strong>sketsa produk</strong>, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan perancangan. Proses dimulai dari identifikasi kebutuhan melalui observasi dan diskusi, dilanjutkan dengan eksplorasi ide desain melalui sketsa alternatif, evaluasi bersama, hingga pemilihan desain yang paling sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil pengabdian berupa produk kursi lipat ergonomis yang ringkas, mudah disimpan, dan nyaman digunakan untuk kegiatan rapat dan diskusi di lingkungan permukiman padat. Kursi lipat ini mampu mengakomodasi lebih banyak peserta tanpa mengorbankan ruang, serta meningkatkan kenyamanan duduk selama kegiatan berlangsung. Dari sisi sosial, keberadaan fasilitas duduk yang lebih layak mendorong warga untuk kembali aktif mengikuti rapat, menjamu tamu, dan berkumpul bersama. Aktivitas tersebut membuka ruang lahirnya ide, gagasan, dan pengambilan keputusan secara kolektif, sekaligus memperkuat silaturahmi dan kohesi sosial antarwarga. Dengan demikian, desain produk tidak hanya berfungsi sebagai solusi fisik, tetapi juga sebagai <strong>media interaksi sosial</strong> yang mendukung keberlanjutan kehidupan bermasyarakat.</p> 2026-09-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi) https://dimastek.utb-univ.ac.id/index.php/dimastekjurnal_sttb/article/view/113 KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT : PENINGKATAN PENGELOLAAN BAHAN BAKU DAN KONSISTENSI KUALITAS PRODUK UMKM BAKERY DI KOTA BANDUNG 2026-07-23T06:52:05+00:00 Agnes Alzena Syafitri agnes@utb-univ.ac.id Eri Febriani febrianieri@gmail.com Melsa Ulfie Wahyudianty melsaulfiew@gmail.com Renny Sunarny rennysunarny@utb-univ.ac.id Yuki Hidayat Kusdinar yukihidayatkusdinar@utb-univ.ac.id <p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB). Salah satu sektor UMKM yang berkembang pesat di wilayah perkotaan adalah usaha <em>bakery</em> yang memproduksi berbagai jenis roti, kue, dan produk olahan pangan berbasis tepung. Kota Bandung sebagai salah satu pusat industri kuliner di Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha bakery. Namun demikian, pelaku UMKM <em>bakery</em> masih menghadapi berbagai permasalahan, khususnya dalam pengelolaan bahan baku dan menjaga konsistensi kualitas produk. Permasalahan yang umum terjadi meliputi ketidaktepatan dalam perencanaan kebutuhan bahan baku, terjadinya <em>overstock </em>dan <em>understock</em>, serta belum adanya standar operasional yang konsisten dalam proses produksi. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya produksi, pemborosan bahan baku, serta menurunnya kualitas produk yang dihasilkan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku UMKM <em>bakery</em> dalam mengelola bahan baku secara efektif serta menjaga konsistensi kualitas produk sebagai upaya pengembangan usaha yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, serta penyediaan <em>e-book</em> panduan praktis. Selain itu, dilakukan evaluasi melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait pengelolaan bahan baku, penerapan metode FIFO, serta pentingnya konsistensi kualitas produk. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran dalam mengelola stok bahan baku secara lebih efisien serta kesiapan dalam menerapkan standar operasional sederhana dalam proses produksi. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap peserta untuk lebih terstruktur dalam menjalankan usaha. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak peningkatan kapasitas pelaku UMKM secara jangka pendek, tetapi juga berpotensi meningkatkan keberlanjutan usaha melalui pengelolaan operasional yang lebih baik. Program ini dapat menjadi model pemberdayaan UMKM <em>bakery</em> yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.</p> 2026-09-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 DIMASTEK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi)